Cara, Tips, dan Langkah Kerja Budidaya Tanaman Kangkung

Cara, Tips, dan Langkah Kerja Budidaya Tanaman Kangkung
Cara, Tips, dan Langkah Kerja Budidaya Tanaman Kangkung
Dalam Budidaya Sayuran Kangkung, Perlu Anda Ketahui beberapa hal yang harus anda pelajari.yaitu :

Cara, Tips, dan Langkah Kerja Budidaya Tanaman Kangkung

A. Syarat Tumbuh

Sumber daya ekonomi di ilayah Indonesia sangat berpariasi, terutama kondisi curah hujan dan temperatur udara. Jumlah surah huan berkisar antara 500-5.000 milimeter per tahun, sedangkan temperatur udara dipengaruh oleh ketinggian tempat. Setiap naik 100 meter tinggal tempat temperatur udara turun 1°C. Di permukaan laut temperatur rata-rata sekitar 28°C, dan dataran tinggi(pegunungan) kurang lebih 2.000 meter dari permukaan laut (dpl) sekitar 18°C.

Kangkung mempunyai daya adaptasi cukup luas terdapat kondisi iklim dan tanah di daerah tropis sehingga dapat ditanam (dikembangkan) diberbagai daerah ataau wilayah indonesia. Persyaratan tumbuh yang harus diperhatikan dalam perencanaan budi daya kangkung sebagai berikut.

1. Syarat Iklim

Kangkung dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi (pegunungan) kurang lebih 2.000 meter (dpl) dan diutamakan lokasi lahan terbuka atau mendapat sinar matahari yang cukup. Di tempat yang terlindung (ternaungi), tanam kangkung akan tumbuh memanjang (tinggi), tetapi kurus-kurus.

2. Syarat Tumbuh

Persyaratan tanah yang paling ideal untuk tanaman kangkung sangat bergantung pada jenis atau varientasnya seperti berikut ini.
  • Kangkung air membutuhkan tanah yang banyak mengandung air dan lumpur, misalnya rawa-rawa, persawahan atau kolam-kolam. Pada tanah yang kurang air pertumbuhannya akan kerdil dan lambat serta rasanya menjadi liat(kelat) 
  • Kangkung darat menghendaki tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, dan tidak mudah menggenang. Pada tanah yang becek, akar-akar dan batang tanaman kangkung darat akan mudah membusuk.

B. Penyiapan Alat dan Bahan Tanaman

1. Alat

Alat yang diperlukan dalam pembudidayaan tanaman kangkung, antara lain:
a. Traktor/bajak sapi,b. Cangkul,c. Sabit,d. Sekop/lempak,e. Timbangan,f. Meteran,g. Tambang kenco, h. Bakul dani. Hand sprayer atau emrat.

2. Bahan

Bahan-bahan yang diperlukan dalam budi daya tanaman kangkung adalah sebagai berikut.
a. Benih atau bibit
  1. Kangkung Air

  • Kangkung air dikembangkan secara vegetatif dengan setek-setek ataupun batang.
  • Ukuran panjang setek antara 20-25 c, dan untuk lahan seluas satu hektar (10.000 m2 )diperlukan bahan tanam(bibit) sekitar 17.000 atau + 17 setek/10 m2  luas lahan.
  • Bahan yang dipilih dari pohon induk yang perumbuhannya subur dan sehat, serta jenis yang unggul.
Cara, Tips, dan Langkah Kerja Budidaya Tanaman Kangkung
Setek ujung batang kangkung air bakal bibit, panjang antara 20-25 cm.
     2. Kangkung Darat
  • Kangkung darat dapat dikembangkan denga biji (secara generatif) atau secara vegetatif berupa setek pucuk. Akan  tetapi, para petani pada umumnya menggunakan bahan tanam yang berasal dari biji (benih).
  • Kebutuhan benih kangkung darat untuk penanaman seluas satu hektar (10.000 m2) adalah ± 2,5 kg.
  • Benih dipilih yang memenuhi syarat, yaitu kulitnya bernas, tidak keriput, sehat murni (tidak bercampur dengan varietas lain), daya kecambahnya tinggi 9diatas 80 %), dan berasal dari varietas unggul.

b. Pupuk kandang = 20-30 ton per hekta
c. Pupuk TSP         = 100 kg per hektar
        KCL                 = 100 kg per hektar
        Urea                 = 200kg per hektar
        Atau ZA         = setara urea
d. Pestisida         =
1. Decis dan lain-lain2.Dithane M-45. W. Pe.Pupuk daun


C. Langkah Kerja

1. Penyiapan Lahan (Pengolahan Tanah)

Pada dasarnya pengolahan tanah bertujuan untuk membersihkan ruumput-rumput liar (gulma) dan memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Cara pengolahan tanah lahan basah untuk menanam kangkung air dan pengolahan tanah kering (kangkug darat).
a. Lahan untuk Kangkung Air
Langkah kaerja penyiapan lahan untuk penanaman kangkung air meliputi kegiatan berikut.
1) Pembukaan lahan
  • Buat jalan dilokasi kebun.
  • Bersihkan (potong) rumput-rumput liar dan kumpulkan pada satu tempat atau hamparkan secara merata diatas tanah.
  • Tanah diangin-anginkan selama 1-2 minggu

2) Pengolahan Tanah
  • Buat saluran drainase disekeliling petakan.
  • Olah tanah dengan menggunakan cangkul atau bajak atau traktor sedalam 20-30 cm sambil membenamkan gulma.
  • Genangkan tanah hasil pengolahan tad selama kurang lebuh 1 minggu.
  • Olah tanahh untuk kedua kalinya dengan cara digaru hingga strukturnya menjadi subur.
  • Pada keadaan  agak becek buatlah bedengan-bedengan arah utara dan selatan selebar 80-100 cm, dan jarak antara bedengan 30-40 cm.
  • Jika akan menanam kangkung air dengan ikan (mina kangkung), parit di sekeliling petakan atau parit di tengah-tengah petakan dapat dilebarkan ± 100-150 cm dan juga diperdalam.

b. Lahan untuk Kangkung Darat
Tahap penyiapan lahan untuk kangkung darat sebgai berikut.
  1) Pembukaan Lahan
       Dengan membersihkan lahan dari rumput liar (gulma) dan kerikil disekitar kebun.
  2) Pengolahan Tanah
  • Olah tanah dengan cangkul sedalam 20-30 cm sambil dibalik kemudian dikeringkan selama 1-2 minggu.
  • Olah tanah untuk kedua kalinya sambil membuat bendengan-bendengan selebar 60-100 meter, dan jarak antara bendengan 30-40 cm.
  • Sebarkan pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 20-30 ton/ha atau pupuk organik super TW pllus 4-5 ton/ha sambil dicampurkan merata dengan tanah.
  • Ratakan permukaan bedengan sehingga akhirnya lahan siap tanam (ditanam).

2. Penanaman

Waktu tanah yang baik adalah awal musim hujan karena kebutuhan air untuk pertumbuhan tanaman kangkung tercukupi. Pada daerah atau lahan yang cukup airnya dapat dilakukan penanaman sepanjang musim atau tahun.

Cara penanaman kangkung air adalah sebagai berikut.   Mula-mula membuat lubang tanam pada jarak 20-30 cm. Kemudian tiap lubang diisi satu bibit(setek) pucuk kangkung air yang ditanam pada kedalaman 2,5- 5,0 cm, sel;anjutnya petakan diairi paling rendah 15 cm dari permukaan tanah.

Penanaman benih kangkung darat dapat dilakukan dengan emap cara sebagai berikut.
a. Sistem Sebar
Yang dimaksud dengan sistem sebar adalah benih disebar (ditabur) secara merata diatas permukaan bedengan. Kemudian ditimbun (ditutup) dengan tanah tipis.

Keuntungan cara ini adalah luas areal penanaman relatif sempit jumlah populasi tanaman lebih banyak dalam per satuan luas, waktu penanaman (menabur) lebih cepat dibanding cara lain.

Kelemahan cara ini adalah penggunaan (kebutuhan) benih relatif banyak, pemeliharaan tanaman agak sulit terutama pada saat diadakan penyiangan gulma dan memerlukan ketrampilan dalam menyebar benih sehingga benih yang disebar dapat merata.

b. Sistem Barisan

Yang dimaksud dengan sistem barisan adalah benih disebar dalam bentuk larikan-larikan (alur-alur) pada jarak tanam 20 cm antara barisan. Caranya adalah mula-mula dibuat alur-alur kecil dan dangkal dengan alat solet bambu arah memanjang bedengan. Jarak antaralur ± 20 cm, kemudian benih kangkung darat detebar secara merata menurut alur(barisan). Selain itu, ditutup dengan tanah tipis.

Keuntungan dengan cara penanaman ini adalah penggunaan benih relatif sedikit, tidak memerlukan keterampilan khusus dan penyiangan gulma relatif mudah.
Kelemahan penanaman cara ini adalah lebih banyak memerlukan lahan kebun (bendengan) yang relatif luas dan benih sering kali tertimbun tanah terlalu dalam.

c. Sistem Huntukural (Triangular)

Pada pnanaman dengan sisttem huntukula dilakukan pengaturan jarak tanam 20 X 20 cm membentuk segitiga. Caranya adalah mula—mula dibuat lubang tanam 20 cm dalam barisan dan 40 cm jarak antara barisan, kemudian di tengah-tengah empat lubang tanam dibuatkan lubang tanam yang diisi dua sampai tiga butir benih kangkung darat kemudian ditutup dengan tanah tipis sedalam ± 5 cm.

Keuntungan dengan cara ini adalah dapat memperkecil persaingan antara tanaman sehingga pertumbuhannya optimal serta memudahkan pemeliharaan tanaman dan pemungutan hasil (panen).

Kelemahan dengan cara ini adalah kita memerlukan lahan yang cukup luas, benih seringkali tertimbun tanah cukup dalam, dan memerluukan waktu yang cukup lama.

d. Sistem persegi Panjang atau Bujur Sangkar

Sistem penanaman ini dengan mengatur jarak tanam 20 X 5 cm atau 15 X 10 cm atau 20 X 20 cm. Cara penanamannya adalah mula-mula dibuatkan lubang tanam dengan menggunakan alat tugal pada jarak tanam yang diinginkanm kemudian tiap lubang diisi dua sampai tiga butir benih kangkung darat, lalu segera ditutup dengan tanah tipis. Keuntungan dan kelamahan cara ini hampir sama dengan sistem hortikultura.
sketsa cara penanaman kangkung darat.
(a) Sistem sebar (tanaman tidak teratur)
(b) sistem baris (tanaman dalam barisan)
(c) Sistem hultukula/tringular (tanaman merumpun teratur)
(d) Sistem panjang/bujur sangkar
x = tanaman
Berdasarkan penelitian Balai Penelitian Holtikulturaa lembang (1990) bahwa sistem penanaman yang terbaik pada kangkung darat varietas sutera (tipe tegak) adalah sistem huntukura (Triangular) dengan jumlah benih antara 400-600 butir tiap dua meter persegi. Hasil penelitian yang lain menunjukan bahwa jarak tanam 15 X 15 cm dan pemupukan NKP (60-45-50) memberikan hasil yang tinggi.

Cara penanaman benih kangkung darat yang teratur, seperti huntukula dan persegi panjang atau bujur sangkar akan memudahkan dalam pengendalian gulma dan pelaksanaan panen. Sebaliknya, penanaman kangkung darat yang tiak teratur (sangat rapat)  akan mengakibatkan ketatnya persingan (kompetisi) air, unsur hara, dan lain-lain, termasuk dapat menurunkan kandungan pupuk.

Bersamaan dengan waktu tanam, dilakukan pemupukan dasar. Jenis dan dosisi pupuk yang dianjurkan adalah TSP 100 kg dan KCI 100 kg per hektar. Pupuk tersebut diberikan secara merata dalam tanah sedalam 5-10 cm. Anjuran lain adalah pupuk dasar berupa TSP 100 kg per hektar diberikan sehari sebelum tanam dengan cara disebar dan dicampurkan merata dengan tanah, sedangkan pupuk Kalium (KCI) diberikan bersama pupuk Nitrogen sewaktu pemupukan susulan.

3. Pemeliharaan Tanaman

Kegiatan pokok pemeliharaan tanaman kangkung meliputi hal berikut.

a. Penyulaman

  • Kangkung air pada umur 5-10 hari setelah tanam biasanya sudah mulai tumbuh (bertunas). Tanaman yang kurang baik pertumbuhannya atau mati, segera diganti dengan bibit yang baru 
  • Benih kangkung darat setelah 2-5 hari ditanam sudah mulai berkecambah. Jika terdapat benih yang tidak tumbuh harus segera diadakan penyulaman dengan benih yang baru.

b. Penyiangan

  • Rumput-rumput liar yang tumbuh di sekitartanman kangkung menjadi pesaing untuk memperoleh air, sinar matahari dan unsur hara. Selain itu, gulma sering menjadi sarang hama yang dapat mengancam tanaman kangkung. Oleh karena itu, rumput-rumput liar tersebut harus disiangi.
  • Penyiangan rumput-rumput liar ini dapat dilakukan dengan cara mencabutnya dengan menggunakan alat bantu, koret dan lain-lain.
  • Waktu penyiangan rumput-rumput ;iar ini sangat bergantung pada keadaan populasi dan tumbuhan gulma tersebut. Namun, agar lebih menghemat waktu, tenaga, dan biaya penyiangan dapat dilakukan bersamaan dengana kegiatan pemupukan susulan.

c. Pemupukan

  1. Pada kangkung air, pemupukan susulan jarang dilakukan. Meskipun demikian, pada tanah-tanah yang kurang subur dapat dipupuk dengan ZA sebanyak 05-19 kw/ha atau Urea 0,25-0,50 kw/ha. Pemupukan dilakukan dengan cara disebarkan merata di antara barisan tanaman.
  2. Khusus pemupukan susulan padakangkung darat ada beberapa cara antara lain sebagai berikut.

  • Jika pupuk dasar menggunakan TSP 100 kg/ha, pupuk susulannya adalah Nitrogen atau kalium (ZA atau Urea+KCI) masing-masing sebanyak 200 Kg N dan 100 kh K2O per hektar. Pupuk tersebut setara denga ± 950 Kg ZA dan ± 200 Kg Kci per hektar. Setengah dosisi pada ZA dan KCI diberikan pada waktu tanaman berumur dua minggu setelah tanam dan setengah dosisi lagi setelah sewaktu berumur empat minggu setelah tanam. Cara pemupukannya adalah pupuk disebarkan dalam larik di antara barisan tanaman, kemudian dibenamkan atau ditimbun dengan tanah.
  • Jika pupuk dasar berupa TSP dan KCI masing-masing 100 Kg/ha, pupuk susulan hanya Nitrogen 200 Kg/ha atau setara dengan pupuk ZA 950 Kg.ha yang diberikan dua kali, yaitu pada umur seminggu setelah tanam dan satu seminggu setelah panen pertama masing-masing setengah dosisi. Dapat pula diatur tiga klali pemuppukan susulan, yaitu satu minggu setelah tanam, satu minggu setelah panen pertama, dan satu minggu setelah panen kedua masing-masing sepertiga dosisi.
   3. Pemupukan susulan berikutnya dapat dilakukan setiap selesai panen, terutama pupuk Nitrogen, Hasil penelitian Zaenam Abidin, dkk. (1990).

Bahwa pemberian Nitrogen secara sekaligus pada umur satu minggu setelah tanam dapat meningkatkan hasil panen pertama.  Pemupukan Nitrogen dua kali, yaitu pada umur satu minggu setelah tanam dan satu minggu setelah panen pertama , dapat memberikan hasil panen yang tinggi untuk panren kedua. Pemupukan Nitrogen tiga kali, yaitu pada umur satu minggu setelah tanam dan satu minggu setelah panen pertama, dan satu minggu setelah panen kedua, dapat memberikan hasil panen yang tinggi untuk panren kedua dan ketiga.

d. Perlindungan Tanaman

Perlindungan tanaman kangkung yang paling mudah adalah terhadap kemugkinan serangan hama dan penyakit.

1) Hama 

Hama yang sering menyerang dan merugikan tanaman kangkung, antara lain sebagai berikut.
a) Kumbang Daun (Epilechna Sp.)
Ciri-ciri Hama
Berupa kumbang daun yang ukurannya kecil, mempunyai sayap berwarna kuning tua polos atau merah berbintik-bintik hitam, aktif terbang pada senja dan malam hari, serta bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag). Daun (siklus) hidupnya berlangsung selama 55-71 hari.

Gejala Serangan
Daun rusak atau berlubang-lubang bekas gigitan kumbang daun. Pada tingkat serangan berat dapat menyebabkan kerusakan parah karena jaringan daun habis dimangsanya sehingga timbul atau tinggal urat-urat daunnya saja.

Pengendaliannya
Pengendaliannya dapat dilakukan dengan cara mekanis, yaitu dengan mengumpulkan dan membunuh langsung kumbang daun, sedangkan secara kimiawi dapat dilakukan dengan disemprot insektisida efektif selektif, misalnya decis 2,5 E. C. Pada konsentrasi 0,5-1,0 ml/i.

b) Walang Sangit (Leptocorixa Acuta Thunb)

Ciri-ciri Hama
Bentuk badannya langsing, panjang ± 1,5 cm, kaki dan kumis (antena) panjang dan mengeluarkan bau khusus. Warna walang sangit pada umumnya hijau, tetapi kadang-kadang coklat,. Di daerah Jawa Barat, hama ini sering disebut dengan “Kungkang”, sedangkan di sumatera Barat dinamakan ”Pianggang”. Walang sangit biasanyanya menyerang tanaman kangkung air karena dapat berpindah-pindah.

Cara penyerangan.
Walang  sangit mengisap cairan sel tanaman sehingga daun-daun muda menjadi berbintik-bintik hitam dan kecoklat-coklatan. 

Pengendaliannya
Pengendaliannya adalah dengan menangkap walang sangit muda dan dewasa dengan jala atau dengan menggunakan lampu perangkap, mengumpulkan telur-telurnya untuk dimusnahkan, membuang  (membersihkan) rumput-rumput liar tempat persembunyiannya dan dapat pula menggunakan bahan kimiawi, misalnya disemprot dengan insektisida seperti Sumit Hian 50 E. C.  Pada konsentrasi 0,1-0,2 %.

2) Penyakit

Pe yakit yang sering menyerang tanaman kangkung antara lain sebagai berikut.

a) Karat daun atau karat putih.


Penyebab 
Penyebab karat daun adalah cendawa Albugo Ipomoeaepandurtrae  (Schw) swing. Penyakit ini umumnya menyerang tanaman kangkung di negara Singapura, Malaysia, Thailand, dan Indonesia.

Gejala Serangan
Mula-mula terdapat bercak-bercak kuning pada daun tua, kemudian berubah warna menjadi kecoklatan. Pada permukaan daun sebelah bawah terdapat bercak-bercak berwarna putih. Jika menyerang  batang tanaman, timbul gejala pembengkakan akibat infeksi serangannya.

Pengendaliannya 
Penyakit ini dapat dikendalikan dengan pemotongan (pemangkasan) daun-daun tua yang sakit dan disemprot dengan fungisida yang efektif, misalnya Dithane M-45 0,2%.


b) Bercak daun

Penyebabnya 
Penyebab bercak daun adalah cendawan Fuarium sp.  Dan Cerospora Bataticola Cif. Et. Bruner. 

Gejala serangan
Serangan cendawan fuarium menimbulkan bercak-bercak daun secara tidak teratur dan berwarna coklat atau kehitam-hitaman, sedangkan serangan cercospora menyebabkan daun menjadi bercak-bercak belang.

Pengendalian
Kedua penyakit ini dapat dikendalikan dengan mencabut tanaman yang sakit dan disemprot dengan fungisida yang efektif seperti dithene M-45 0,2 %.

c) Busuk Batang dan Daun

Penyebabnya
Penyebab busuk batang dan daun adalah cendawan Rhizotonia solani Kuhn.

Gejala serangan
Serangan cendawan Rhizoctinia solani Khun menyebabkan busukbatang dan daun kebasaha-basahan.

Pengendalian
Penyakit ini dapat dikendalikan dengan melakukan pergiliran (rotasi)tanaman, mencabut tanaman yang sakit dan disemprot dengan fungisida yang efektif, seperti Dithane M-45 0,2%.

d) Virus Mozaik

Virus mozaik ini menimbulkan gejala belang-belang pada daun, kemudian tulang-tulang memucat warnanya, dan bentuk daun kadang-kadang tidak normal. Pengendaliannya penyakit iini dapat dilakukan dengan cara pergiliran (rotasi) tanaman atau dapat dilakukan juga dengan cara peremajaan tanaman.


Share on Google Plus

About Unknown

Terapi Ekonomi adalah Blog yang Menyajikan Seputar Perekonomian Rakyat Sederhana, Busines, Bisnis On Line Pertanian, Perikanan, Peternakan, Life Style, Tips dan dan info Menarik Lainnya

1 komentar:

  1. JANGAN LEWATKAN PROMO MENARIK DARI KAMI

    HUBUNGI KONTAK Kami
    BBM : D8E23B5C
    WHAT APPS : +85581569708
    LINE : togelpelangi
    WE CHAT : togelpelangi
    LIVE CHAT 24 JAM : WWW-ANGKAPELANGI-NET

    Ayo coba keberuntungan anda
    jutaan rupiah menunggu anda

    BalasHapus